gravatar

Inikah Penyesalan

Inikah Penyesalan?       
Senja itu Aku masih duduk termenung di pojok kelas. Masih memandang papan putih yang penuh dengan coretan hitam. Angin meniup kencang hingga rambut ku yang terurai mulai sedikit terlihat berantakan. Sepi, ya hanya sepi yang setia menemani ku hari itu. Entah mengapa raga ku masih ingin tetap berdiam di pojokan kelas sedang teman-teman ku tak jua ingat mengapa aku masih berdiam sendiri di ruang kosong ini.
                Tanpa terasa, sudah hampir satu jam aku termenung dalam kesepian. Aku pun bingung, entah apa yang ada di benak ku saat ini. Yang ingin aku dapat saat ini adalah kedamaian hati. Aku tersadar dari lamunan ku saat Handphone usang ku berdering. Oh, “ada sms ternyata”. Siapa? Tak ingin aku segera membuka nya. Aku takut, jika itu berita yang tak ku harapkan.
                Setelah 5 menit berlalu setelah handphone ku berdering. Aku memberanikan diri tuk membuka nya. Ternyata benar saja, sms dari orang yang entah aku harapkan atau tidak. “ Kamu dimana? Aku tunggu kamu di tempat kita biasa makan, yah! JJ”. Apa? Tiba-tiba dia mengajak ku bertemu? Entah harus senang atau sedih. Kita cari tahu saja.
                Akhirnya Aku bangkit dari tempat duduk ku. Membuyarkan semua lamunan ku, yeah lamunan masa lalu indah dengan orang yang mengirimkan pesan singkatnya pada ku tadi.
                Sepanjang perjalanan aku tak bias menghentikan pertanyaan ku, “ mau ngomong apa sih dia? Ko tumben ngajak ketemu”.
                Akhirnya aku pun sampai di tempat dimana Aku dan dia kan bertemu. “ Hai!”, seseorang membuyarkan fikiran ku dengan menepuk pundak ku dari belakang. Dia, dia orang yang mengajak ku bertemu yang menyapa ku. Ia, pria yang selama ini mengisi hari-hari ku. ku panggil dia dengan sebutan Nta melambangkan rasa Cinta ku pada nya. Nama nya adalah Denis. Yeah, aku menyayanginya.
                Tampaknya ia dating bersama teman-temanya. 2 pria yang aku kenal sebagai sahabtnya, dan seorang wanita yang yeah aku cukup mengenalnya. “ Kamu ko sendiri? Temen-temen kamu mana?”, begitu ia memulai pembicaraan antara kami. Aku masih duduk, diam, membisu. Sampai seorang teman dari Denis menyenggol ku, “Hey jangan ngelamun ish, kan mau makan. Mau pesen makan apa Nis?”. “ Eh emm aku ga makan deh, ga laper”.
                “ Ko kamu ga jawab pertanyaan Aku? Temen-temen kamu mana?”, ulang Denis. “ emm, mereka udah pulang kaya nya. Tadi aku ada urusan dulu sebentar”, jawab ku tampak kaku. “ Oh gitu ya?”, denis pun tampak lebih datar menjawabnya. Tampak nya dia sedang sibuk dengan Handphone nya. Saat mereka sedang asik makan, Denis tampak sering bercanda dan melemparkan senyum pada wanita yang tadi dating bersamanya. Aku mulai gerah dan bosan melihat tingkah mereka, dan jujur itu pun membuat ku terluka.
                Aku tak bisa lama-lama melihat kemesraan yang mereka buat. Akhirnya ku beranikan diri tuk bicara,” maaf, tadi nyuruh aku kesini mau apa ya?”. Denis dan wanita itu pun saling menatap tanpa bicara sepatah kata pun. Tak lama Denis pun bicara, “ Jadi gini lho, waktu itu kan kamu pernah bilang kalau Aku dah dapet Pengganti kamu, Aku harus kenalin sama kamu”. Jantungku berhenti sesaat hingga Denis meneruskan ucapannya. “ Ini Nuri, cewe baru aku”. Aku tak dapat berucap walau hanya sepatah dua patah kata. Bibir ku kaku, badan ku lemas. Entah karena aku memang sangat Lapar atau karena mendengar apa yang Denis ucapkan tadi. Khayalan ku sudah teramat jauh melayang. Entah sampai dimana aku berkhayal tadi, Denis menyenggol ku lagi. “ Kamu ko bengong? Kenapa? Ayo cerita sama aku”.
                Aku tak kuasa melihat kemesraan yang mereka lakukan. Akhirnya aku mengambil task u dan berdiri membelakangi mereka, berjalan menuju Kasir dan mulai meninggalkan mereka. Ku lihat, tampkanya mereka sedang berbisik saat aku pergi. Tak ada satu pun yang menahan ku.
                Selama perjalanan pulang, aku tak bisa berhenti meneteskan air mataku walau hanya sekejap. Aku sudah coba untuk Tegar dan menerima dengan lapang dada, tapi entah Setan apa yang masih menahanku untuk tetap menangis dan meratap.
                Kejadian tadi sore di kampus kembali mengingatkan ku pada kejadian Rabu malam, kemarin. Saat aku dan Denis harus bertengkar hebat karena rasa cemburu yang ku rasa. Bukan, bukan karena wanita tadi siang yang bersamanya. Tapi karena aku menuntut kejujuran dari padanya.
                Tampaknya Denis mulai bosan dan terkekang dengan sikap ku. Akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Awalnya aku tak merasa keberatan karena kami saat itu memang benar-benar di rundung emosi. Tanpa pernah berfikir, 3 tahun kebersamaan yang kami jalin.
                Aku memang meminta Denis untuk mengenalkan kekasih baru nya saat ia mendapatkan pengganti ku. Kami memang buat kesepakatan untuk tetap menjalin hubungan persahabatan. Aku juga berjanji akan mengenalkan pacar ku nanti jika aku sudah mendaptkan pengganti Denis.
                Tapi mengapa bisa secepat ini Denis mendaptkan pengganti ku?. Kenapa aku harus merasa Cemburu?. Apa aku masih menyimpan rasa yang sama saat kita masih bisa menjalin rasa cinta?. Atau hanya karena aku belum mendapatkan pengganti Denis?. Ribuan pertanyaan berkecamuk di otak ku. Entah siapa yang dapat menjawab semua tanya hati ku saat ini.
                Intinya aku belum bisa melepas dan melupakan rasa yang selama ini kita bina. Rasa yang selama ini kita banggakan di depan mereka. Aku dan Denis memang sudah berakhir. Tapi di hati ku, hanya Denis yang selalu hadir di setiap malam dan tidurku. Menemani aku dalam tangis penyesalan. Menyesal tlah melepas ia yang ku sayang.



 Oleh :
Annisa Dina Utami

Link teman


excellenttwo



gusti & hana

backlink

Free Automatic LinkPing your blog, website, or RSS feed for FreeFree Backlinks ExchangeFree Automatic LinkFree Automatic LinkMultiple BacklinksFree Automatic LinkBacklink Exchange - PlugboardPlugboard ManiaFree Automatic LinkCárdenas.netFree BacklinksDAHOAM Free BacklinksLinki Linki Free BacklinksECBannerDie Gute SaatFree Automatic LinkDie Gute SaatFree Backlinks Exchangekostenlose backlinksFree Automatic Linkechange de liensFree Automatic LinkIntercambio de enlacesFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic Elvira LinksFree Automatic LinkFree Automatic LinkIntercambio gratis de EnlacesFree BacklinksFree BacklinksFree BacklinksFree BacklinksEnlaces GratisUnlimited Backlink ExchangeUnlimited Backlink ExchangeFree BacklinksTradiciones Peruanas de Ricardo PalmaAutomatic Backlink ExchangeFree Automatic LinkFlorists Linkstrafic backlinks Free Automatic BacklinkKostenlose Backlink AustauschTukeran Link | Backlink | Link ExchangeFree Automatic LinkFree Automatic LinkWeb Link ExchangeText Backlink ExchangesSoqoo Link ExchangeText Back Link ExchangeText Back Links ExchangeText Back Links ExchangesOverShopping Link ExchangeText Back Links ExchangeAllNewsSite Link ExchangeUnlimited Backlink ExchangeThe Kampret LinkAutomatic Backlink ExchangeHochzeitsmusik - StreichquartettHochzeitsmusik - StreichquartettPhotobucketSearch Enginebacklinks echanges referers links webFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic LinkKostenlose Backlink AustauschMultiple BacklinksFree BacklinksFree Automatic LinkBacklink Exchange - PlugboardPlugboard ManiaFree BacklinksECBannerFree Automatic LinkFree Backlinks ExchangeFree Automatic Linkkostenlose backlinksFree Automatic Linkechange de liensFree Automatic LinkFree Automatic LinkIntercambio de enlacesFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Automatic Elvira LinksFree Automatic LinkFree Automatic Link Intercambio gratis de EnlacesFree BacklinksFree BacklinksStreichquartettFREE BACKLINKTradiciones Peruanas de Ricardo PalmaStreichquartett Automatic Backlink ExchangeFree Automatic LinkLa Bonne SemenceWeb Link Exchange Text Backlink ExchangesSoqoo Link ExchangebacklinkbacklinkFlorists Links